Minggu, 08 Juli 2012



21 mei 2012
DALAM KESENDIRIAN

Dalam kesendirian ...
Ku Merenungi makna diri
Menjejaki  torehan takdir yang kadang tak diinginkan
Ku coba menyelami hakikat hitam putih diri
Menyibak  kesulitan dalam mewarnai diri
Serta ribuan tanda tanya yang mengglayut dalam hati

Dalam kesendirian...
Ku coba  menahan sejuta emosi
Kala hati tak ingin mendengar nasihat
Kala jiwa tak ingin mendengar jeritan bibir-bibir yang menuntut
Kala bibir tak didengarkan
Kala mata menatap kebahagian yang semu

Dalam kesendirian..
Ku coba merenungi lembaran demi lembaran cerita  masa lalu
Tuk temukan hakikat diri dipersinggahan ini
Masihkah tangan ini terbelenggu mengulurkan secerca kebahagian?
Masihkan jiwa ini merasa takut dan was-was tatkala kesedihan menggelayut dalam hati?
Sudahkah diri ini memberi arti dalam setiap jengkal dalam perjalanan hidup ini?

Dalam kesendirian..
Ku coba menyapa goresan tinta indah takdir ilahi rabbi di setiap jengkal diri dan alam ini
Selayaknya  proses kehidupan yang tertata dengan
Dari mulai terbitnya mentari yang hangat
Kemudian perlahan-lahan menyengat setiap lapisan kulit
Hingga akhirnya membelai lembut kesejukan sore yang terkikis oleh lembayung senja
Dan alampun diselimuti kegelapan malam

Dalam Kesendirian..
Ku coba menerawang setiap serpihan dosa-dosa
Dan kelemahan diri yang kian hari kian menggunung
Begitu pilu diri ini dikala keinginan tuk jadi lebih baik
Tersungkur dan terbelenggu dalam kendali emosi dan kemalasan

Dalam kesendirian..
Ku coba bangun dan bangkit
Kala diri ini terlena oleh buaian kehidupan dunia
Yang membuat diri ini lupa bahwa semua itu hanya titipan dan amanah

Dalam kesendirian..
Ku coba jejaki langkah yang terlewati
Tuk temukan secerca semangat
Dikala pilu dan lemah diri ini
Dalam melewati bayang hitam yang menggelayuti dipelupuk mata ini

Dalam kesendirian...
Merenungi hari nanti
Hari dikala tempat berbagi dan mencurahkan kasih sayang
 Telah  terdiam dalam tangis
Hari dikala sahabat penyemangat diri
 Tak  lagi terdengar canda tawanya
Hari dikala kesunyian dan kegelapan menyelimuti diri
Hanya berteman bongkahan tanah dan bernaungkan amal
Tuk menuju Illahi Rabbi yang berarti

22 April 1990

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbelenggu Kata

                                                        ...